Tren Pariwisata Bakal Berubah Pasca Covid-19. Wisata Wellness Diprediksi Jadi Primadona Baru!

17
Tourists in masks and sunglasses take a picture at Singapore’s Merlion as air pollution returned to ‘unhealthy’ levels from the ‘hazardous’ levels of a few hours earlier on Friday, June 21, 2013. Air pollution in Singapore has soared to record heights for a third consecutive day, as Indonesia prepared planes and helicopters to battle raging fires blamed for hazardous levels of smoky haze in three countries. (AP Photo/Joseph Nair)

Helo Bellvalers, jumpa lagi bersama kami, Bellva Adventure Indonesia, EO Outbound profesional di Bandung. Kali ini, ada yang kami ingin sampaikan terkait perkembangan pariwisata di tengah pandemi wabah corona atau Covid-19.

Ternyata, diperkirakan, wabah Covid-19 akan mengubah kebiasaan dan preferensi pelancong. Ini disampaikan oleh otoritas Hong Kong, lho. Jadi, Dewan Pariwisata Hong Kong memprediksi ada perubahan kebiasaan dan preferensi dari para wisatawan saat berlibur setelah pandemi virus Covid-19 berakhir.

So, pada intinya, industri pariwisata akan menemukan tren baru usai pandemi corona.

Ketua Dewan Pariwisata Hong Kong, YK Pang, dalam siaran resmi, Selasa (28/4), mengatakan, secara global setelah masa pandemik ini selesai, industri pariwisata akan menemukan formula barunya. Ia mengatakan, wisatawan akan menempatkan kondisi kesehatan publik di negara tujuan sebagai prioritas utama.

Selain itu, turis juga bakal punya standar tersendiri untuk tingkat kebersihan di hotel, area fasilitas umum, serta transportasi di negara tujuan. Nantinya, wisatawan akan lebih memilih untuk melakukan perjalanan rencana jarak pendek.

“Wisata bertema wellness (akan) menjadi tren baru,” ujar Pang sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

“Wisata bertema wellness (akan) menjadi tren baru,” Ujar pang.

Hmm.. Apa itu wisata wellness? Wisata wellness atau wellness tourism adalah wisata minat khusus yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan. Setelah wisata domestik jadi primadona, barulah perjalanan internasional diprediksi kembali pulih.

Dewan Pariwisata Hong Kong memetakan strategi untuk menggerakkan lagi bisnis pariwisata usai pandemi. Pasar muslim dinilai jadi potensi untuk pariwisata Hong Kong, termasuk turis asal Indonesia.

Hong Kong nanti akan membuat program “Jelajah Hong Kong” yang ditujukan untuk konsumen Muslim Tanah Air demi memulihkan pariwisata setempat. Berbagai layanan wisata ramah Muslim akan dikembangkan untuk menyambut para turis Muslim dari penjuru dunia.

Direktur Eksekutif Dewan Pariwisata Hong Kong, Dane Cheng, menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyusun rencana tiga fase untuk menghidupkan lagi pariwisata. Fase pertama saat ini merupakan upaya untuk mempersiapkan rencana pemulihan pariwisata.

Pada fase kedua ketika pandemi mulai mereda, Hong Kong akan fokus terhadap pasar lokal untuk mempromosikan suasana positif, mendorong lagi daya tarik sebagai tujuan wisata. Promosi pun digencarkan agar wisatawan mancanegara tertarik berlibur ke sana.

“Pada fase ketiga, Dewan Pariwisata Hong Kong akan meluncurkan acara besar dan program kampanye pariwisata baru untuk membangun citra kembali,” kata Cheng. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here