Pangandaran Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Andalan Usai Pandemi Corona

Pantai Pangandaran (foto via Kompas.com)

WISATA PANGANDARAN JAWA BARAT — Halo Bellvalers, kali ini kami akan menjelaskan kepada kalian soal perkembangan pariwisata di Pangandaran. Yup, jadi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sedang menyiapkan Pangandaran sebagai penyokong ekonomi di sektor wisata pascapandemi corona atau Covid-19.

baca juga:

Mengapa Pangandaran? Kepala Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik memaparkan alasannya. Dia menerangkan bahwa Pangandaran memiliki ragam keindahan daya tarik wisata. Tercatat ada sebanyak 232 jenis daya tarik wisata, 156 wisata alam, 54 wisata budaya dan 22 wisata buatan.

Apalagi ada juga keunikan cagar budaya yang ada di Pangandaran sebanyak 110 cagar budaya. Berdasarkan data sepanjang tahun 2019, kata dia, Pangandaran menjadi salah satu tempat unggulan dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12.233 orang.

Sementara wisatawan domestik berada di angka 3.215.063 orang. Tahun 2020 ini, angka kunjungan dari Januari hingga Maret 2020, wisatawan domestik yang datang ke Kabupaten Pangandaran sebanyak 927.879 orang, wisatawan mancanegara 487 orang.

“Pandemi corona memang berdampak signifikan. Tetapi setelah ada vaksin dan pandemi usai, kami yakin semuanya akan membaik. Makanya, kita harus jaga dengan baik, sebelum ada vaksin, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat,” kata Dedi dilansir di Republika.co.id.

Selain itu, Dedi menuturkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus pengusaha di sektor pariwisata untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di Pangandaran.

“Saya selalu ingatkan bahwa sebelum ada vaksin Covid-19, protokol kesehatan dan peraturan ketat yang sudah disepakati harus terus dilakukan dengan serius,” ujar Dedi.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meyakini kunci keberhasilan pariwisata adalah dengan rutin menata dan merawat destinasi wisata. Pangandaran tahun ini akan mulai menyambungkan Pantai Barat dan Pantai Batu Hiu melalui jalur pantai dengan waktu tempuh diperkirakan hanya 10 hingga 15 menit.

“Skywalk di Pantai Pangandaran akan segera ditata dengan baik,” kata Jeje.

Pada akhir Juni lalu, di tengah melandanya Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberi kelonggaran aturan untuk wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah itu. Sejumlah kelonggaran dilakukan lantaran saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa Barat (Jabar) telah diakhiri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman mengatakan, kelonggaran akan mulai berlaku pada Rabu 1 Juli. “Mulai 1 Juli kita buat kelonggaran untuk wisatawan yang berasal dari Jabar, baik individu, keluarga maupun rombongan,” katanya.

Semua bisa masuk ke destinasi yang ada di Pangandaran. Salah satu kelonggaran yang dibuat yaitu, khusus untuk wisatawan dari wilayah Jabar, tidak perlu lagi membawa surat keterangan sehat dan hasil uji cepat (rapid test) Covid-19.

Meski begitu, dia mengingatkan, protokol kesehatan tetap harus konsisten dilaksanakan. “Protokol kesehatan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada,” ujar dia dikutip di laman Republika.co.id.

Pangandaran juga mulai membuka diri untuk wisawatan yang bersifat rombongan. Kelonggaran terakhir tak hanya berlaku untuk wisatawan yang berasal dari Jabar, melainkan juga dari daerah lainnya. Namun, rombongan wisatawan masih dibatasi maksimal 70 persen dari kapasitas bus pariwisata yang tersedia.

Pangandaran telah membuat kelonggaran untuk calon wisatawan dari luar Jabar, baik individu, keluarga, maupun rombongan. Dengan catatan, wisatawan yang berasal dari luar Jabar harus tetap melengkapi surat keterangan rapid test yang hasilnya nonreaktif.

Syarat keterangan rapid test untuk wisatawan dari luar Jabar itu bersifat wajib per individu. Artinya, ketika ada rombongan wisatawan dari luar Jabar, setiap orang harus menunjukkan keterangan hasil rapid test.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga tetap akan menyediakan tempat rapid test untuk wisawatan dari luar Jabar. Jika ada yang hasilnya reaktif, mereka tidak bisa masuk ke destinasi wisata. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here