Ini 5 Objek Wisata Paling Disenangi Wisatawan Singapura dan Malaysia

BELLVA — Bagi kalangan turis mancanegara, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke wilayah Indonesia adalah pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Traveloka, telah menyusun lima wisata terfavorit Indonesia saat merayakan hari pergantian tahun ini.

Sebagaimana dilansir dari Republika.co.id, disebutkan bahwa Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf RI, Rizki Handayani, mengatakan Malaysia dan Singapura masuk dalam kelompok negara dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi ke Indonesia.

Kemenparekraf mencatat, 60 persen wisatawan Malaysia dan Singapura menggunakan jalur udara ketika mengunjungi Indonesia. Mereka mendarat di Bandara Ngurah Rai (Bali), kedua Bandara Soekarno Hatta (Banten), dan Bandara Juanda (Surabaya). Untuk jalur laut laut, mereka mengaksesnya melalui Batam, Kepulauan Riau.

Batam juga diharapkan bisa menjadi penyumbang besar wisatawan di akhir tahun. Lalu untuk jalur darat ada wisatawan dari Serawak, Malaysia, menuju ke Kalimantan. Sebagian naik mobil pribadi, tapi sebagian besar menggunakan kendaraan umum.

“Adapun lima destinasi wisata paling sering dikunjungi akhir tahun adalah Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Surabaya (Jawa Timur), Yogyakarta, dan Medan (Sumatra Utara),” ujar Rizki.

Rizki menyampaikan, warga Malaysia terdiri dari tiga etnis, yaitu Cina, India, dan Melayu. Dia mengatakan, bahwa mayoritas turis yang datang ke Indonesia masih didominasi etnis Melayu. “Yang ke Jakarta atau Kualanamu itu etnis Melayu, sedangkan yang ke Bali kebanyakan dari etnis Cina. Ini harus kita geber lagi,” tuturnya.

Laporan Republika menyebut, ada dua ide dari program Amazing Deals to Indonesia yang sudah dijalankan sejak awal Desember 2019. Kedua belah pihak mengupayakan agar wisatawan tetap bisa datang di akhir tahun dengan harga yang lebih murah mengingat umumnya semua serbamahal selama periode liburan.

“Indonesia harus selalu ada di market, Wonderful Indonesia dan Traveloka harus ada di market, walaupun sedang big season, karena nanti Januari-Maret 2019 mungkin akan mulai slow lagi,” imbuh Rizki lagi.

Dari segi kedatangan turis, wisatawan asing terbanyak berasal Malaysia, Cina, Singapura, Australia, dan Timor Leste. “Kami coba di Singapura dan Malaysia dulu, karena dilihat dari jaraknya, kemungkinan mereka membeli tiket ke Indonesia itu juga tinggi dan akses dari Malaysia dan Singapura kepada Indonesia sangat kuat,” kata Rizki. []

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top