Camping Masih Jadi Wisata Unggulan di Gunung Papandayan Garut

TWA Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat. (foto via mongabay.co.id)

WISATA GARUT — Halo Bellvalers, salam wisata… Kali ini akan menyuguhkan artikel soal objek wisata yang selama ini selalu populer di Garut. Apa itu? Ya namanya ialah Taman Wisata Alam Gunung Papandayan.

Bellvalers, jenis wisata di Papandayan terus mengalami perkembangan, lho.. Dan sekarang, yang sedang populer adalah wisata berkemah alias camping. Wisata berkemah di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan, terutama komunitas pecinta alam.

baca juga: Paket Glamour Camping alias Glamping di Grafika Cikole Lembang Bandung

Wisatawan lebih suka berkunjung saat musim kemarau untuk menikmati keindahan alam pegunungan saat siang maupun malam hari. Tentu lebih asyik jika kalian camping bersama teman-teman setongkrongan sekitar 5 sampai 10 orang.

Manajer Operasional PT Alam Indah Lestari pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Dedi Sitepu mengatakan, wisata berpetualang maupun berkemah ini masih menjadi unggulan. “Dalam artian setiap musim kemarau di bulan delapan (Agustus) didominasi pendaki,” kata dia dilansir di Republika.co.id.

Dedi menuturkan, objek wisata alam Gunung Papandayan memiliki banyak tempat berwisata seperti kolam renang air panas, menara pandang, kawah bekas letusan gunung api, dan taman edelweis. Termasuk wisata kemah yang saat ini menjadi salah satu tujuan favorit pendaki.

Ada beberapa lokasi yang menjadi tempat berkemah, di antaranya Pondok Saladah dan Gober Hood yang seringkali jadi tujuan pendaki profesional karena lokasinya cukup jauh. Sementara, bumi perkemahan untuk kalangan keluarga yang lokasinya dekat dari area parkir kendaraan.

“Jadi ada lokasi kemah seperti Pondok Saladah dan Gober Hood itu untuk yang suka mendaki, ada juga bumi perkemahan yang dikhususkan untuk pemula lokasinya dekat parkiran,” katanya.

Daya tarik berkemah di Gunung Papandayan di antaranya menikmati perjalanan melewati kawasan kawah, dan hutan mati yang terbentuk karena faktor alam bekas letusan gunung. Wisatawan yang berkemah pada musim kemarau dapat menikmati pemandangan alam yang memiliki ciri khas tersendiri, keindahan saat malam dan bisa melihat matahari terbit.

“Jadi tempat wisata kemah di Papandayan ini daya tariknya banyak, ada sunrise, hutan mati, dan padang edelweis,” kata Dedi.

Taman Wisata Alam Gunung Papandayan baru dibuka pada awal Juni 2020 karena sebelumnya ditutup untuk umum dampak darurat wabah penyebaran COVID-19. Saat ini, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, telah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah Garut maupun luar kota seperti Bandung, Jakarta, dan kota sekitarnya.

“Untuk geliatnya kira-kira baru dua minggu ini ada peningkatan pengunjung, kebanyakan mereka wisata petualangan, berkemah yang dilakukan para anak-anak muda,” imbuhnya.

Protokol kesehatan terus diterapkan bagi pengunjung maupun petugas seperti memakai masker, cek suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan di setiap tempat. “Protokol kesehatan kita laksanakan sesuai peraturan pemerintah, seperti menyediakan tempat cuci tangan, pakai masker, dan cek suhu tubuh di gerbang masuk,” tutur Dedi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here