Mengenal Pantai Kematian di Spanyol dan Tenggelamnya Ratusan Kapal

Ilustrasi pantai.

Yuk kita mengenal pantai kematian di Spanyol yang menyimpan cerita tenggelamnya ratusan kapal. Pantai ini seperti segitiga bermuda.

Beberapa menghilang tanpa jejak dan merenggut ribuan nyawa. Garis pantai ini dikenal sebagai ‘Coast of Death’ (Costa da Morte) yang menghadap Samudra Atlantik di Galicia, sebuah wilayah di barat laut sudut Spanyol. Sejak abad ke 14 lebih dari 600 kapal tenggelam di kawasan ini.

Pelayaran di perairan ini memang begitu mengancam. Tebingnya menghiasi garis pantai di mana airnya memiliki arus yang kuat. Beberapa bagian sangat dangkal dan bagian lainnya dihiasi dengan bebatuan tersembunyi yang tak jauh dari permukaan badai yang begitu dahsyat.

Kabut bisa datang tiba-tiba dan anginnya bertiup hingga kecepatan lebih dari sekitar 120 km per jam. Apalagi, hubungan pantai ini dengan kematian sudah ada sejak zaman kuno saat dunia dianggap datar.

Mereka yang mengarungi perairan berbahaya ini akan melewati mercusuar yang digantung di sepanjang tebing, menunjukkan pelayar ke pelabuhan yang aman.

Di sana terdapat Mercusuar Cape Finisterre yang dibangun pada tahun 1853. Bangunan ini menandai salah satu ujung rute hiking pantai yang disebut Camino dos Faros di Galicia, Spanyol.

Biarpun begitu, lebih dari satu mil pasir putih mengitari Desa Laxe, membuat orang yang datang bisa bersantai menatap keindahannya. Lanskapnya bergelombang, terdapat bunga liar dan semak belukar berduri. Traveler bisa menatap tebing terjal yang dihantam oleh laut yang bergejolak.

Anginnya bertiup kencang dan deburan ombak menghantam bebatuan. Celah besar di samping jalan setapak diberi nama ‘A Fuma da Espuma’ (Oven busa).

Di kota pesisir Muxia, terdapat monolit granit setinggi 10 meter yang dibangun untuk mengingatkan akan bencana pada tahun 2002.

Sebuah kapal tanker minyak terbelah menjadi dua, menumpahkan puluhan ribu ton minyak di sepanjang garis pantai, mencemari laut dan pasir. Monumen yang memiliki celah ditengahnya tersebut diberi nama ‘A Ferida’ yang diterjemahkan menjadi ‘luka’. []

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Sorry, you can\\\'t do this...
Scroll to Top